Minggu, 25 April 2010

Mereka yang Menemukan Jalan Kebenaran

Sabtu, 24 April 2010 (Republika Jawa Timur)

Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan pastilah melalui proses. Begitu pula dalam beragama. Sangat banyak orang yang mengalami suatu kejadian, yang hikmah dari peristiwa itu membuka mata tauhidnya hingga mampu mengantarkannya menuju jalan kebenaran yang penuh cahaya dalam Agama Islam.

Di antara mereka muncul nama Moisha Krivitsky, David Sterling (Haji Mustafa Ali), Jemima Goldsmith, Maryam Jameelah, Emaduud Deen, Michael Wolfe, Leopold Weiss (Muhammad Asad), Sabbatai Zevi, Yaqub bin Killis, Melech Yacov, Wilfred Hofmann. Sarah Bokker, Salman al Farisi, Peter Sanders, Laurance Brown, Jermaine Jackson, Jeffrey Lang, Kolonel Donlad S Rockwell, Sue Watson, dan beragam tokoh lainnya.

Peter Sanders, misalnya, fotografer kelas dunia kelahiran London tahun 1946, ini meraihnya melalui lensa kameranya saat mengabadikan Kabah dan ritual haji di kota Makkah. Padahal dulunya ia identik sebagai fotografer musisi tersohor, macam Bob Dylan, Jimmi Hendrix, dan The Rolling Stones.

Namun apa daya. Fotografer muslim itu, meski setiap harinya selalu mendapat hiburan dan dikelilingi kehidupan duniawi yang menyenangkan, ternyata dirinya malah mengaku semakin gelisah dan hatinya menjadi kering. Dampaknya, ia memulai perjalanan spiritualitas ke India untuk mengobati hatinya. Entah sudah menjadi garis Tuhan, ia bertemu dengan Islam, yang nantinya menjadi agama yang dianutnya.

Kisah lain tersaji dari sosok Jerald F. Dirks, Pendeta Metodis lulusan Harvard Amerika Serikat (AS), yang semakin jauh mendalami ajaran agamanya, justru rasa haus akan pencarian spiritual kian ganas menderanya. Hal yang sama dialami Jemima Goldsmithm. Karena ketakjubannya pada peradaban Islam membuatnya tidak lagi berat mengganti statusnya sebagai putri seorang miliarder Inggris menjadi sosok muslimah sejati.

Sangat banyak para mualaf yang didedahkan pengalaman, proses, dan peristiwa dahsyat yang menuntunnya ke Sang Pencipta. Mulai sosok musisi, penyair, artis, model, fotografer, ahli matematika, ilmuwan, profesor, hingga pemuka agama lain dalam buku ini yang memuat kisah perjalanan spiritual 35 mualaf.

Membaca proses pilihan tauhid mereka, niscaya akan sangat menginspirasi kita untuk meningkatkan kualitas iman di relung jiwa sebaik-baiknya. Mengingat banyak di antara mereka yang berani mengambil resiko meninggalkan agama yang dulu dianutnya demi memeluk Islam, sebagai jalan hidupnya guna menggapai kehidupan yang lebih menentramkan.

Tak main-main, banyak para mualaf yang harus menanggung resiko dikucilkan dari keluarganya dan lingkungannya, hingga dimusuhi rekan sejawat dan saudaranya akibat memutuskan menjadi pengikut ajaran Nabi Muhammad Saw. Bahkan, ada yang langsung merasakan pendapatannya merosot drastis setelah diembargo di tempat kerjanya akibat dituduh tersesat, sebab memilih agama teroris yang mengajarkan kekerasan. Kondisi itu kebanyakan dirasakan mualaf yang hidup di daratan Eropa dan Amerika Serikat.

Karena lingkungan yang selalu memusuhi Islam, membuat pilihan menjadi mualaf mengundang resiko besar yang harus ditanggung. Namun, spirit kebenaran Islam ternyata tak mampu menggoyahkan iman. Setidaknya, dengan menjadi muslim, para mualaf itu langsung berpikiran positif bahwa hal itu merupakan cobaan dari Sang Pencipta yang harus dihadapi dengan ketabahan dan sabar.

Alhasil, ketetapan hati dan mengikuti nurani merupakan pilihan terbaik yang mampu membawa mereka menuju puncak spiritualitas. Para mualaf itu mendapatkan kebahagiaan hakiki yang selama ini belum pernah dirasakannya. Nah, kita yang mendapat keberuntungan sebab memeluk Islam sejak lahir mesti meneladani kisah perjalanan spiritual para mualaf itu dalam menemukan ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad Saw. n erik purnama putra

Judul : Kisah-kisah Inspiratif para Mualaf Dunia
Penulis : Nisrina Lubis
Penerbit : Diva Press
Edisi : November 2009

0 comments: