Minggu, 24 Januari 2010

Kitab Doa bagi Umat Islam

Jumat, 21 Januari 2010 (Harian Bhirawa) 


AJARAN Islam menyeru kepada setiap muslim untuk berusaha sekuat tenaga guna meraih impiannya agar berhasil. Namun, selain usaha, muslim juga dituntut untuk tak melupakan faedah doa sebagai sarana melapangkan jalan menuju keberhasilan. Karena usaha tanpa doa, keberhasilan yang didapat hanya bersifat semu. Berkaca dari itu, terlihat peran doa sangat signifikan bagi kesuksesan manusia di dunia, sebab setiap langkah yang dijalaninya tak boleh mengesampingkan unsur doa untuk menyertai kerja keras.

Di sisi lain, setiap orang juga tak bisa dipisahkan dari sebuah masalah selama ia masih hidup. Karena itu, tak jarang manusia biasanya akan berkeluh kesah bahkan sampai putus asa saat dihadapkan pada problematika yang tak sanggpu diatasinya. Yang dampaknya tak jarang membuat seseorang gelap mata dan mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah, misalnya, bunuh diri dengan harapan mampu menyelesaikan masalah yang menghimpitnya.

Padahal, jalan pintas itu hanya bersifat sementara, dan masalah yang dihadapi bukannya selesai, melinkan bertambah panjang urusannya karena selanjutnya harus berhadapan dengan Sang Pencipta. Maka itu, idealnya manusia jangan melupakan kehadiran Allah sebagai tempat bagi kita untuk mencurahkan segala keluh-kesah hambanya yang tak berdaya. Dan, cara itu adalah dengan berdoa. Karena diyakini doa merupakan sarana bagi manusia untuk berkomunikasi dengan-Nya selain shalat.

Tapi kenyatannya, saat ini semakin sedikit umat muslim memposisikan doa sebagai ajang menguatkan hatinya yang rapuh akibat terpaan masalah. Padahal, berdoa merupakan aktivitas yang mampu mendatangkan keuntungan positif bagi yang menjalannya. Sayangnya, karena kurangnya iman membuat manusia sering lalai hingga melupakan Tuhan guna meminta pertolongan, dan lebih memilih jalan pintas hingga cara tak masuk akal, seperti pergi ke dukun guna menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Doa yang menurut Alquran, berarti seruan, menyampaikan ungkapan, permintaan, permohonan pertolongan dengan tulus ikhlas kepada-Nya dengan kesadaran bahwa dirinya sebagai hamba adalah wujud yang memiliki kebergantungan penuh kepada Sang Pencipta hendaknya diresapi secara mendalam oleh setiap muslim di dunia. Karena sangat tak mungkin Sang Pencipta tak akan membantu masalah yang menimpa hambanya. Maka itu, dengan penuh keyakinan dan takwa hendaknya manusia selalu berdoa dalam aktivitasnya agar masalah yang menimpanya dapat lekas selesai dan berujung pada sebuah kesuksesan.

Praktik doa sendiri dalam Islam sudah diatur secara jelas, tapi Islam tak terlalu kaku mengaturnya sehingga setiap umat bisa saja menyusun sendiri redaksionalnya. Meskipun begitu, sebaiknya bagi setiap muslim lebih afdol jika mampu melafalkan doa yang terdapat dalam Alquran dan Assunnah. Mengingat para nabi dan ulama terkemuka selalu memberikan teladan bahwa berdoa itu lebih baik sesuai versi aslinya karena merupakan ayat-ayat Allah yang diturunkan ke dunia.

Buku Kamus Doa berupa himpunan dari kumpulan berbagai doa yang disusun secara sederhana dan alpabetis layaknya sebuah kamus. Sehingga dengan sususan seperti itu pembaca dapat dengan mudah mencari doa yang sesuai dengan dibutuhkannya atau yang tepat dengan masalah yang menimpanya agar semua urusannya cepat selesai.

Keuntungan menggunakan kamus doa ini, pembaca akan mendapatkan total 314 doa dengan beragam tema, mulai dari doa ringan seperti masuk toilet, dihindarkan dari rasa cemburu bagi orang yang berkeluarga, hingga doa berat seperti diselamatkan dari mara bahaya selama di dunia maupun akhirat, serta dihindarkan dari api neraka. Ratusan doa yang terkandung dalam buku ini mencakup segala aspek kehidupan manusia, sehingga dapat dipastikan seseorang tak luput satu pun aktivitasnya dari doa jika ia membutuhkan bantuan spiritual dari-Nya untuk menemani setiap langkahnya.

Keunggulan kumpulan doa ini adalah pembaca akan mendapatkan kemudahan dan kepraktisan dalam menemukan doa, kecepatan dalam memilih doa sesuai dengan keperluannya, terjemah doa dan penjelasan manfaatnya, serta tata cara memanjatkan doa dan faedah shalawat. Karena itu, dengan buku ini seseorang dapat berdoa dimanapun ia berada.

Buku ini juga mengandung kekurangan karena tak ada penjelasan, baik pengantar maupun penutup dari penulis. Karena itu, selain daftar isi doa secara alpabetis, di setiap halaman lainnya hanyalah kumpulan doa dari lembaran awal hingga akhir. Kondisi itu yang membuat buku ini terkesan monoton dan isinya kurang variatif. ***

Judul : Kamus Doa
Penulis : Luqman Junaedi
Penerbit: : Hikmah
Cetakan : I, 2009
Tebal : xv + 418 halaman
Harga : Rp 79.000
Peresensi : Erik Purnama Putra, Alumni Unmuh Malang, Bermukim di Surabaya, erikeyikumm@yahoo.co.id

0 comments: