Kamis, 13 Agustus 2009

Rahasia Besar di Balik Shalat Hajat


(Menang Lomba Resensi Blogger UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

SETIAP umat muslim taat diwajibkan untuk dirinya mendirikan shalat wajib lima waktu sebab amalan tersebut disamakan dengan perbuatan menegakkan agamanya. Mengingat dalam shalat, setiap pemeluk Islam melakukan komunikasi dan sedang berhadapan dengan Allah Swt. Maka itu, shalat merupakan ibadah luar biasa jika dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan yang akan membimbing manusia untuk selamat dunia dan akhirat sebab secara terus-terusan mengingat Sang Pencipta.

Dalam ajaran Islam, setiap muslim tak hanya dituntut cuma melaksanakan shalat wajib, juga diperintahkan shalat sunnah sebagai penguat dan pelengkap amalan shalat lima waktu. Di antara tuntunan shalat sunnah, shalat hajat merupakan salah satu shalat sunnah yang memiliki keistimewaan tersendiri sehingga seyogyanya dikerjakan dan tak boleh ditinggalkan.

Pasalnya, shalat hajat memiliki keistimewaan dan keutamaan jika dikerjakan, yaitu bagi orang yang selalu mengawali pekerjaannya dengan shalat hajat, dia akan mendapatkan balasan pahala besar. Di samping sebuah rejeki berupa kebaikan hidup (berkah) dari Sang Pencipta yang tiada taranya. Keajaiban shalat hajat juga sudah teruji secara baik dan banyak orang yang mempraktikkannya di masa terimpa musibah, bingung dengan banyaknya pilihan dan urusan duniawi (materi) mampu mendapatkan pencerahan dan jalan keluar terbaik apabila rutin dan ikhlas melaksanakan amalan ini.

Buku Shalat Hajat Kunci Meraih Kesuksesan berusaha membedah dampak positif di balik manfaat seseorang menjalankan ibadah shalat hajat. Menurut penulis, orang yang membiasakan dirinya melaksanakan amalan shalat hajat akan mempunyai pandangan hidup optimis dan tak pantang menyerah menghadapi keadaan sesulit apapun. Tak hanya itu, di bagian lain juga dikupas pembahasan seputar panduan praktis shalat hajat, yang diyakini memberi pencerahan dan wawasan kepada pembaca tentang upaya menemukan hakikat hidup, bagaimana mengaktifkan energi positif dalam diri, bagaimana mengaitkan shalat hajat dengan cita-cita, dan mengukur kekuatan shalat hajat sebagai pembuka pintu rejeki, memajukan usaha, dan memuluskan karir.

Sebagaimana kita tahun, shalat sebagai amalan pertama kali yang bakal dihisab di akhirat nanti oleh Yang Maha Adil merupakan tiang agama. Karena dalam amalan shalat terkandung kekuatan maha dahsyat yang dapat memberikan kekuatan untuk menjalani hidup secara optimis dan bertanggungjawab. Ingat, nabi Muhammad Saw. meski sudah dijanjikan Allah Swt. akan diberikan tempat di Surga tetap tak sedikitpun meninggalkan amalan shalat (wajib maupun sunnah) sebab diyakini mampu mendatangkan energi super dahsyat yang mampu menjadikan setiap kegiatan yang dijalani seseorang jadi lebih bermakna.

Ghaida Halah Ikram menjabarkan keistimewaan shalat hajat adalah pada rentangan waktu yang dapat dilaksanakan setiap muslim sepanjang waktu, kecuali setelah shalat waktu subuh dan asar. Praktiknya dilaksanakan seorang diri alias tak berjamaah dan dikerjakan seperti shalat sunnah lainnya, minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat. Namun, jika dikerjakan pada malam hari, setiap dua rakaat sekali salam. Jika di siang hari, boleh empat rakaat sekali salam.

Penulis menekankan betapa keyakinan itu sangat penting dan jangan pernah sekalipun ragu terhadap pertolongan Allah Swt. karena tak pernah ada cerita Sang Pencipta tak mendengar dan mengabulkan doa yang dipanjatkan manusia. Muslim yang menempatkan Sang Pencipta sebagai dzat yang diyakini dapat melapangkan jalan akan selalu berusaha merebut perhatian-Nya, salah satunya dengan melaksanakan shalat hajat. Hal itu merupakan langkah bagus daripada hanya sekedar mengeluh dan tak berusaha meminta bantuan-Nya. Sehingga shalat ini biasanya dilaksanakan untuk mengobati kegelisahan hati karena dapat memunculkan spirit untuk menggapai harapan, keinginan, cita-cita secara elegan dan bertanggungjawab.

Umpama jika seseorang mengalami kegelisahan dalam menentukan jodoh, tak mungkin cukup melaksanakan shalat wajib yang waktunya sudah ditentukan. Maka itu, sebaiknya melakukan shalat hajat demi mendapatkan petunjuk terbaik sekaligus berfungsi mendamaikan hati supaya bisa lebih tenang. Meskipun begitu, disarankan agar shalat dilakukan pada malam hari, tepatnya di sepertiga malam terakhir agar lebih afdol dan doa yang kita panjatkan lebih ampuh untuk dikabulkan Sang Pencipta.

Sudah menjadi kewajaran pula ketika kebutuhan maupun keinginan yang diincar seseorang tak terpenuhi, hati orang tersebut bakal gelisah, bahkan putus asa. Karena itu, lebih baik kalau menghilangkan segala kesuntukan itu dengan shalat hajat yang tak memerlukan biaya apapun, dan malah mendapatkan ketenangan hati sebab bakam erasa dekat dengan Allah Swt. asal dilakukan secara ikhlas dan tanpa beban. Hal itu sudah dijamin Yang Maha Kuasa, yang senantiasa memberikan sesuatu paling baik bagi ciptaannya jika mau berusaha.

Memang biasanya shalat hajat identik dikerjakan ketika manusia memiliki keinginan dan sebagai sarana mendekatkan diri kepada-Nya untuk mendapatkan yang terbaik sekaligus diridhai-Nya. Namun, kebutuhan untuk disembuhkan dari penyakit sebenarnya juga dapat digapai melalui amalan shalat ini sebab salah satu riwayat nabi Muhammad menyebutkan, seseorang yang datang kepada beliau memohon petunjuk tentang bagaimana caranya menyembuhkan penyakit, dan seseorang itu disuruh beliau berwudhu untuk menuniakan shalat hajat. Maka berpatokan hadist tersebut, jelas posisi shalat hajat sangat penting dan dianjurkan untuk dilaksanakan setiap muslim, mengingat kesenjangan antara keinginan dan harapan yang sering dihadapi manusia tersebut dapat dicari jalan keluar secara baik dengan shalat hajat.

Pemikiran yang menganggap takdir sudah digariskan kepada setiap manusia sehingga semuanya sudah disuratkan oleh Allah Swt. merupakan sebuah bentuk kesesatan berpikir. Padahal model pemikiran seperti itu hanya semakin melemahkan kemauan dan kemampuan umat Islam untuk terus menjadi pribadi terbaik dan dekat dengan Yang di Atas. Karena tidak akan sukses seseorang yang hanya mengandalkan keberuntungan tanpa diiringi kerja keras. Mengingat bertawakal dan tak pantang menyerah untuk memohon kepada Sang Pencipta demi berkorban mendapatkan sesuatu melalui shalat hajat pastilah nilainya lebih baik dibanding pasrah menyerahkan sepenuhnya terhadap kenyataan.

Judul : Shalat Hajat Kunci Meraih Kesuksesan
Penulis : Ghaida Halah Ikram
Cetakan : Mei 2009
Tebal : 152 halaman
Penerbit : Mizania (PT Mizan Pustaka)
Peresensi : Erik Purnama Putra, adalah Aktivis Pers Kampus Bestari Universitas Muhammadiyah Malang

1 comments:

ferry rahmany mengatakan...

ada tidak dalil tentang sholat hajat...mohon petunjuk...